Sabtu, 06 Agustus 2011

Foto Snipper Indonesia, Gak Kalah Keren!!


Berikut kumpulaan Foto Snipper Indonesia
Agan pasti setujuh kalo snipper Indonesia tidak kalah kerennya dengan snipper luar negeri!! Mohon maaf gan kalo thread ini "Foto Snipper Indonesia, Gak Kalah Keren!!" Repost!!

Foto Snipper Indonesia

Snipper Indonesia

Foto Snipper Indonesia

Snipper Indonesia

Foto Snipper Indonesia

Snipper Indonesia

Snipper Indonesia

Snipper Indonesia

Snipper Indonesia

Tank Perang Buatan Indonesia

Melihat keberhasilan Pindad membuat panser 4x4 Anoa terbersit dalam pikiran saya apakah kita akan memproduksi tank sendiri.

Pertanyaan saya terjawab sudah karena ternyata Pindad juga berencana membuat tank ringan.


PT Pindad akan mengembangkan kendaraan tempur tank ringan mulai 2014, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat. Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90% diisi oleh produk asing.

Dia mengemukakan tank ringan itu akan merujuk pada model produk mancanegara saat ini, seperti produk K-21 buatan Doosan DST Korea Selatan dan Turki.


Tank ringan memiliki bobot antara 15 ton - 25 ton dengan dua jenis penggerak kendaraan berupa ban atau rantai. Namun, ada pula tank ringan lainnya yang memiliki bobot 25 ton lebih.
Adik mengatakan harga tank ringan berpenggerak ban sekitar Rp40 miliar, sedangkan yang berpenggerak rantai sekitar Rp50 miliar.


?Kami sedang membahas rencana ini dengan pemerintah, TNI AD, dan pihak-pihak lainnya. Mudah-mudahan rencana pengembangan ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat,? katanya hari ini.


Adik belum merinci kebutuhan TNI AD akan tank ringan. Menurut dia, pihaknya baru melangkah ke proses persiapan dan studi.
Dia mengemukakan proses persiapan termasuk studi dan pengembangan akan memakan waktu lama. Jika pemerintah sudah menyatakan berkomitmen, katanya, Pindad segera melakukan serangkaian kerja sama business to business dengan industri pertahanan di luar negeri.


Dia optimistis Pindad mampu mengerjakan proyek pengembangan tank ringan tersebut dengan dukungan penuh pemerintah dalam rangka optimalisasi industri kesenjataan strategis, seperti panser dan tank.


Menurut dia, kemampuan perusahaan telah teruji dalam pengadaan Panser Anoa 6x6 yang dipesan Kementerian Pertahanan beberapa waktu lalu.


Dia menuturkan kekuatan TNI AD yang didasarkan pada kekuatan pokok minimum memang memadai dari sisi kuantitas. Akan tetapi, lanjutnya, kondisi alat pertahanan TNI AD tersebut sangat tidak memadai dari sisi kualitas. "Kondisinya sangat memprihatikan karena anggaran terbatas," ujarnya.


Adik mengatakan salah satu penyebabnya adalah minimnya sokongan anggaran bagi industri pertahanan. Pada kesempatan yang sama, dia mengatakan Pindad segera mengerjakan Panser Anoa Tarantula yang teknologinya diserap dari Doosan DST. Panser ini akan dipersenjatai kanon 90 mm buatan Belgia.

Dia mengemukakan kontrak kerja sama pengadaan kendaraan tempur tersebut sudah dilakukan pada 2009 sebanyak 22 unit. Sebanyak 11 unit built-up akan segera tiba dari Doosan DST, sedangkan sisanya 11 unit dikerjakan oleh Pindad.
Dari Wikipedia saya mendapatkan info kalau memang satu-satunya pembeli Tank K21 (diluar Korsel) adalah Indonesia. Dan inilah penampakan K21, apakah versi Indonesia akan sama?


Spoiler for “Tank Buatan Indonesia”
“Tank Buatan Indonesial”




Spoiler for “Tank Buatan Indonesia”
“Tank Buatan Indonesial”

Dengan membuat tank sendiri tentu Indonesia akan mendapat pengalaman berharga dibidang teknologi militer, siapa tahu suatu saat kita juga mampu membuat MBT.

Indonesia Akan Beli Pesawat Tempur Sukhoi Dan F 16

Menteri Pertahan (Menhan) Puernomo Yusgiantoro akan segera menggenapi skuadron Sukhoi dan F 16 yang sudah dimiliki oleh TNI Angkatan Udara (AU). Hal itu dilakukan untuk menambah kekuatan tempur TNI AU yang saat ini bisa dikatakan tertinggal dibanding dengan negara lain.

Quote:
Pesawat Sukhoi dan F 16
"Kita sudah anggarkan dalam APBN untuk menambah alutsista kita dengan penambahan jumlah Pesawat untuk menggenapi Skuadron F16 dan Sukoi yang sudah kita miliki saat ini," ujarnya, saat ditemui di Lanud Iswajudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Minggu (24/7/2011).
Quote:
Namun saat ditanya jumlah pesawat Sukhoi dan F 16 yang akan dibeli guna memenuhi satu skuadron, Poenomo Yusgiantoro, tidak mau menjelaskan secara terperinci. Dan untuk F 16 pihaknya masih melakukan inventarisir jumlah pesawat tempur yang menjadi salah satu andalan TNI AU ini.

"Ya kita usahakan agar Sukhoi bisa menjadi satu skuadron penuh. Dan F 16 juga bisa menjadi satu Skuadron penuh bahkan jika bisa lebih dari satu skuadron dan untuk penempatnya akan dibicarakan lebih lanjut," ucapnya tanpa mengatakan jumlah.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan pembelian suku cadang dari pesawat yang saat ini sudah dimiliki oleh TNI AU. Sehingga diharapkan pesawat-pesawat tersebut bisa kembali terbang dan tidak lagi mengunakan sistem kanibalisme untuk perbaikan pesawat seperti yang sebelumnya terjadi.

"Kita sudah melihat kondisi skuadron yang ada di sini (Lanud Iswahjudi) dan memang diperlukan pembelian suku cadang agar pesawat kita bisa terbang lagi. Kita juga melakukan pembelian pesawat baru untuk menganti skuadron Hawk," jelasnya.

Di Lanud Iswahjudi sendiri memiliki tiga skuadron. Ketiga Skuadron tersebut adalah satu skuadron pesawat tempur F-16, Skadron 14 pesawat tempur F-5 dan skuadron pesawat Hawk yang akan segera diganti dengan pesawat tempur taktis T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan.

Kopasus AS Bertukar Tim Medis Dengan Kopasus Batujajar

Pasukan khusus AS United States 1st Special Forces Group mengadakan kunjungan selama lima hari di Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Batujajar.

Quote:
Pada 15 Juli lalu, 1st Special Forces Group mengakhiri kunjugan lima hari di Pusat Pendidikan Kopassus. Kunjungan ini dalam rangka pertukaran gagasan dan praktik terbaik dalam kedokteran militer untuk pasukan operasi khusus Special Operations Forces (SOF).

Quote:
Kopasus
Tim dari AS, yang dipimpin komando kesehatan pasukan khusus AS 1st Special Forces Group Command Surgeon turut serta dalam program pertukaran ini, bersama komando kesehatan Kopassus serta 24 prajurit kesehatan Kopassus.
Quote:
Mereka berbagi pengalaman keahlian medis dalam hal praktik terbaik dalam penanganan triase dan trauma, perencanaan dan perbekalan medis, serta evakuasi korban.

Program pertukaran ini mendukung secara langsung Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia, yang berupaya mempromosikan keamanan, kesejahteraan, keberlanjutan lingkungan hidup, memperkuat demokrasi, serta meningkatkan saling pengertian antara warga Indonesia dan Amerika.
Program ini juga merupakan bagian dari keterlibatan AS secara bertahap dan terukur dalam kegiatan Kopassus. Sebagaimana dinyatakan mantan Menteri Pertahanan AS Robert Gates pada kunjungannya ke Indonesia akhir Juli lalu.

Pemerintah AS melibatkan diri dalam kegiatan kerja sama keamanan terbatas dengan Kopassus dalam kerangka aturan hukum AS dan berdasarkan perubahan demokratis yang telah terjadi di Indonesia serta program reformasi TNI yang terus akan berlanjut.



sumber: kaskus.us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops