Kamis, 25 Agustus 2011

Perempuan Ini Penakluk Semua Puncak Himalaya


Dia berhasil menaklukkan semua puncak di Himalaya setelah enam kali gagal


Gerlinde Kaltenbrunner, wanita pertama yang mendaki K2, Himalaya, tanpa tabung oksigen. (www.gerlinde-kaltenbrunner.at)


Seorang perempuan Austria berhasil menaklukkan puncak gunung Himalaya. Dia kini perempuan pertama yang berhasil menaklukkan semua 14 puncak pegunungan setinggi 8611 meter tersebut tanpa tabung oksigen.

Menurut stasiun berita CNN, wanita berusia 40 tahun bernama Gerlinde Kaltenbrunner ini berhasil mecetak rekor mebanggakan tersebut usai menaklukkan K2, salah satu puncak Himalaya pada 23 Agustus 2011 sekitar pukul 18 waktu setempat. Sang suami, Ralf Dujmovits, tampak sangat bersemangat terhadap prestasi Kaltenbrunner, seperti terlihat dari komentar yang ditulisnya dalam situs sang istri.

"Istriku sangat gembira dan tidak percaya betapa beruntungnya mereka bisa mencapai puncak bersama dalam cuaca yang fantastis, walau medan pendakian memang sulit," tulis Dujmovits. Saat memecahkan rekor, Kaltenbrunner memang tidak sendirian karena melakukannya bersama tiga pendaki lain.

Mendaki memang bukan hal asing buat Kaltenbrunner, karena ia adalah perawat terlatih yang memiliki hobi mendaki sedari muda, seperti dilansir dari stasiun berita Sky News. Sebelumnya, ia sudah enam kali berusaha menaklukkan gunung tertinggi kedua di dunia itu namun gagal.

Secara teknis, ia adalah wanita ketiga yang berhasil menaklukkan puncak Himalaya setelah Oh Euh Sun dari Korea Selatan dan Edurne Pasaban dari Spanyol yang berhasil pada tahun lalu. Hanya saja, Euh Sun dan Pasaban dibantu oleh tabung oksigen, sementara Kaltenbrunner tidak.

Usaha pemecahan rekor ini memang agak sedikit dibayangi tragedi yang terjadi pada Agustus 2010. Saat itu, rekannya sesama pendaki, Fredrik Eriksson dari Swedia, tewas tegrelincir saat berusaha menaklukkan K2.

Dikenalkan Pendeta

Menurut penjelasan di laman resminya, Kaltenbrunner sudah tertarik untuk mendaki sejak usianya masih belia. Adalah Erich Tischler, seorang pendeta yang memimpin kegiatan pemuda di kota asalnya di Phyrnlah yang mengenalkan Kaltenbrunner muda pada pegunungan.

Ia sering diajak sang pendeta untuk ikut mendaki gunung di sekitar kampung halamannya. Pada usia 13, Kaltenbrunner akhirnya melakukan pendakian pertamanya di pegunungan bermedan mudah, Sturzhahn, yang semakin mempertebal kecintaannya mendaki. Kegemaran wanita kelahiran 13 Desember 1970 ini tak surut walau ia mengikuti pelatihan perawat di Oberösterreich dan Vienna.

Mimpi terbesar Kaltenbrunner untuk mendaki puncak setinggi 8000 meter tercapai saat usianya 23, dengan menaklukkan puncak Broad Peak di Pakistan yang memiliki tinggi 8027 meter. Selama tahun-tahun berikutnya, ia mengumpukan uang yang diperolehnya dari bekerja sebagai perawat untuk merintis ekspedisi ke Himalaya.

Tahun 2003, Kaltenbrunner akhirnya memutuskan untuk menjadi pendaki profesional. Sekarang, istri dari Ralf Dujmovits telah mendaki tiga belas puncak utama bertinggi 8000 meter dan dua puncak lain yang lebih tinggi dari 8000 meter.

Ketertarikannya tak hanya terbatas pada mendaki pegunungan tinggi di daerah Himalaya saja. Bertemu orang-orang baru, serta bersentuhan dengan budaya asing dan agama menjadi sesuatu yang juga menarik dan menyentuh hati wanita yang kini tinggal bersama sang suami di Schwarzwald, Austria.

Foto “TV Yang Menonton Manusia”, Sebuah Teknologi Baru Dari NHK


Sebuah perusahaan penyiaran di Jepang, NHK atau yang lengkapnya bernama Nippon Hoso Kyokai sedang mengembangkan sebuah teknologi baru dalam bidang pertelevisian. Pengembangan teknologi tersebut didasari oleh sebuah ide bagaimana supaya tv dapat mengenali tingkat perhatian atau minat dari pemirsanya. Teknologi tersebut berusaha mengenali tayangan mana yang penonton suka dan tayangan mana yang penonton tidak suka. Dengan informasi tersebut, tv kemudian akan secara otomatis menampilkan konten yang benar-benar diminati oleh penonton yang bersangkutan.










sumber: http://anti-basabasi.blogspot.com/2011/08/foto-tv-yang-menonton-manusia-sebuah.html

Lagu Anak-anak Yang Menyesatkan



Ternyata lagu anak-anak yang populer banyak mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. Berikut buktinya:

1. "Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!" Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!

2. "Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!" Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : "mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo berjalan prok..prok.. prok.." nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : "mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek.." itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!

3. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku.." Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

4. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X" Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!

5. "Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama" Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta- Bandung dan Jakarta-Surabaya!

6. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li.." Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!

7. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu.."
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

8. "nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk"
Anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg "mengancam"

9. "Bintang kecil dilangit yg biru…"
Bintang khan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?

10. "Ibu kita Kartini…harum namanya."
Namanya Kartini atau Harum?

11. "Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. naik delman istimewa kududuk di muka."
Nah,gak sopan khan..

12. "Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…"
kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam


sumber: http://anti-basabasi.blogspot.com/2011/08/perempuan-ini-penakluk-semua-puncak.html

5 Kota di Asia Yang Nyaman Untuk Bersepeda


Bersepeda banyak manfaatnya. Selain sehat, bisa mengurangi polusi demi menyelamatkan bumi. Dari sekian banyak kota di Asia, ada lima kota yang ramah bagi pesepeda. Kota ini memiliki jalanan yang mulus, pemandangan yang indah dan pemerintah yang peduli dan mendorong warganya bersepeda. Inilah daftar 5 kota di Asia yang paling nyaman untuk bersepeda.

1. Kyoto

Semua orang bepergian dengan mengendarai sepeda. Begitulah kesan pertama yang akan muncul bagi pengunjung baru di kota ini. Setiap pagi, hampir semua orang dari berbagai kalangan biasa meluncur melalui jalan-jalan sempit kota ini dengan bersepeda. Beberapa diantara mereka bahkan membawa penumpang.
Sangat mudah mencari alasan mengapa bersepeda begitu populer di kota ini. Alasannya, sebagian besar permukaan kota ini rata dan lalu lintasnya teratur. Banyak gang dibuat sebagai jalan pintas. Tata kota yang berpola kisi-kisi juga membuat seseorang tidak akan mudah tersesat.

Kyoto Cycling Tour Project juga menawarkan paket tur dan informasi bersepeda bagi para turis.

2. Beijing
"Kota sepeda" pertama di Asia ini sekarang lebih dikenal karena pertumbuhan lalu lintas kendaraan bermotornya yang pesat. Namun, infrastruktur untuk pesepeda di kota ini masih menjadi yang terbaik di Asia.
Jalur sepeda menutupi hampir tiap jengkal kota ini. Selain itu, para pengendara sepeda dapat dengan mudah menjumpai bengkel-bengkel kecil di jalanan. Bengkel tersebut menjual berbagai keperluan bersepeda dengan harga miring. Jumlahnya pun tidak terhitung.
Bagi yang (pemalu), masalah keselamatan bisa menjadi perhatian. Masalahnya, pemakaian helm seringkali diabaikan. Begitu pula dengan rambu-rambu lalu lintas.
Bila ingin menghindari kesemrawutan lalu lintas, anda disarankan untuk bersepeda melalui daerah Hutong dan merasakan jalanan tua di sana. Jalan labirin di daerah tersebut dapat menghindarkan anda dari kemacetan.
Selain itu, anda juga dapat sekaligus melihat-lihat berbagai pemandangan di daerah tersebut seperti rentetan jemuran dan sangkar burung yang bergelantung, wanita tua yang menjajakan sayuran, dan orang bermain catur di pojokan.
Agen perjalanan China Guide menawarkan tur keliling Hutong dengan bersepeda.

3. Kaohsiung
Kota ini adalah "kota sepeda" paling ramah di Taiwan. Kota ini memiliki jaringan jalur sepeda yang akan terus dikembangkan hingga 150km –tidak buruk untuk kota yang dikenal dengan kepadatan lalu lintasnya. Di kota ini terdapat tempat penyewaan sepeda. Saat ini sudah ada 50 tempat penyewaan yang juga dikenal dengan nama C-Bike. Harga sewanya mulai dari 30 dolar Taiwan untuk setengah jam pertama, dan 15 dolar untuk setengah jam berikutnya. Bagi Anda yang berencana bersepeda selama dua hingga empat hari dari Kaohsiung, kami menyarankan Anda mengambil jalur menuju Taitung lewat jembatan lintas selatan pulau.

4. Jeju
Siapa pun Anda yang pernah bersepeda di Jeju akan mengatakan, kota tersebut adalah kota ternyaman untuk bersepeda di Korea Selatan. Pulau ini dikelilingi jalur sepeda sepanjang 182km lengkap dengan pemandangan alam yang indah. Perjalanan mengitari pulau memakan waktu tiga sampai lima hari. Tempat penyewaan sepeda dapat ditemukan di dekat terminal bus Kota Jeju dan Yongduam Rock.

5. Singapura
Mobil mungkin masih menjadi pilihan utama moda transportasi di Singapura, tapi tak dapat dipungkiri, budaya bersepeda di sana sedang berkembang. Beberapa tahun terakhir, pemerintah Singapura sedang menggalakan sepeda sebagai alat transportasi, bukan hanya sebagai kegiatan senang-senang. Untuk itu telah dibangun jalur sepeda di jalanan utama kota. Jalur sepeda tersebut terus berkembang tiap minggunya. Rencananya, akan dibangun jalur sepeda di tujuh kota yang akan selesai pada 2014.
sumber: http://anti-basabasi.blogspot.com/2011/08/5-kota-di-asia-yang-nyaman-untuk.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops