Selasa, 25 Oktober 2011

Pasutri Pecahkan Rekor Dunia Dengan Menikah Sebanyak 100 Kali

Pasangan suami dan istri sering kali terganggu ketika pasangan mereka mengulangi sesuatu, apalagi sampai 100 kali. Namun hal ini nampakanya tidak berlaku pada pasangan Lauren dan David Blair.


Pasangan Lauren dan David Blair memecahkan rekor dunia sebagai pasangan yang paling banyak menikah.

Dua sejoli dari Henderson, Tennessee, pertama kali melangsungkan pernikahan mereka pada musim panas tahun 1984, di Topanga Canyon, California

Sejak saat itulah, Lauren (60) dan David (58), telah mengulangi sumpah mereka sebanyak 99 kali. Setiap upacara berlangsung di lokasi yang berbeda, dan yang terbaru berada di Hard Rock Cafe di Honolulu, Hawaii pada 2 Oktober lalu.

Inilah yang membuat Guinness World Record menetapkan mereka sebagai pemegang rekor “Pasangan yang paling banyak sumpah perkawinan mereka dengan pasangan yang sama” memecahkan rekor yang mereka ciptakan pada tahun 2001, yaitu 66 kali.

“Kami berdua dalam hubungan jangka panjang di masa lalu yang tidak berhasil. Kami ditakdirkan untuk memiliki satu sama lain, dan aku sangat suka melihat ke dalam mata David ketika dia mengulangi sumpahnya. Saya tahu bahwa orang ini akan mencintai saya sampai akhir hayat nanti.” tutur Lauren.

Sumber : huffingtonpost

Video Lucu Seorang Balita Kebingungan Membedakan iPad dan Sebuah Majalah

Bermain di layar sentuh iPad tampaknya sangat disukai gadis berumur satu tahun ini. Namun begitu diberikan sebuah majalah, ia kebingungan karena menganggap majalah tersebut seperti sebuah iPad dan mencoba menggunakannya dengan cara yang sama.
     
Video ini langsung menjadi hit di YouTube setelah diposting online oleh orang tuanya.

Setelah bersenang-senang bermain dengan iPad, sang gadis cilik itu kemudian ditampilkan sedang berjuang untuk memahami bagaimana ‘mengoperasikan’ majalah tersebut.

Pada akhir klip tersebut, sang ibu mengatakan bahwa ia menjelaskan kepada putrinya bahwa majalah tersebut adalah sebuah iPad yang tidak berfungsi.

Sumber : dailymail

Kulit Gadis 6 Tahun ini Terbakar Jika Terkena Sinar Matahari Langsung

Kebanyakan orang sangat membenci cuaca hujan atau mendung. Namun ada seorang gadis cilik berusia 6 tahun yang sangat gembira dalam cuaca seperti ini.
sarah chapman (6) menderita kelainan kulit yang langka

Sarah Chapman (6) asal Sunderland, Inggris, harus menghabiskan kebanyakan waktunya terkurung didalam rumah, akibat kondisi medis aneh yang di deritanya. Karena jika terkena sinar matahari sedikit saja, kulit Sarah akan menjadi bengkak dan melepuh.

Sarah menderita kondisi kulit langka yakni Erythropoietic Protoporphyria, yang berarti ia harus benar-benar tertutup dari sinar matahari setiap kali dia meninggalkan rumah.

Gadis cilik ini bahkan menjuluki cuaca hujan atau mendung sebagai “Cuaca-nya Sarah”, karena hanya pada hari seperti inilah Sarah dapat bebas bermain di luar rumah tanpa tabir surya dan berbagai tindakan pengaman lainnya.

Diketahui, setiap harinya Sarah dipaksa untuk memakai tabir surya, topi dan sarung tangan untuk melindungi kulitnya dari sinar matahari dan harus menggunakan payung ketika dia meninggalkan rumah.

Ibunya Gillian pertama kali menyadari ada sesuatu yang salah pada Sarah, ketika putrinya berusia tiga tahun dan tangannya mulai membengkak.
sarah bersama kedua orangtuanya gillian dan bryan

“Tangan Sarah menjadi bengkak dalam bentuk cakar dan kami membawanya ke South Tyneside District Hospital di mana dia menjalani tes.” tutur Gillian sambil menambahkan bahwa putrinya dipindahkan ke Newcastle Royal Victoria Infirmary, di mana para dokter pada awalnya mengira diaalergi terhadap sesuatu.

Akhirnya petugas medis mendiagnosis Sarah menderita kelainan kulit langka yang disebut Erythropoietic Protoporphyria (EPP).

Untuk melindungi Sarah dari sinar matahari, mobil keluarga mereka bahkan memiliki jendela yang gelap sehingga ia dapat melakukan perjalanan dengan aman.

“Benar-benar menyedihkan ketika seluruh keluarga keluar berjemur dan menikmati matahari, sedangkan Sarah tidak dapat bergabung. Tapi dia tahu bagaimana ia akan terluka jika terkena sinar matahari dan akan mengatakan, ‘Aku tidak ingin itu, Mama.” jelas Gillian.

Sumber : dailymail

Alex, Bocah yang Dapat Kehilangan Nyawanya Karena Rumput atau Setitik Debu

Apa yang diinginkan Alex Hannard tak lebih dari bermain dengan teman-teman sebayanya di luar halaman rumah, namun karena menderita penyakit aneh, bocah ini tidak bisa melakukan hal tersebut karena sehelai rumput saja dapat merenggut hidupnya.

alex tidak dapat bermain di luar rumah karena infeksi jamur atau bakteri dapat membahayakan nyawanya

Alex dari Hill Head, Hampshire, menderita gangguankekebalan tubuh kronis atau Chronic Granulomatous Disease (GCD), yang menghentikan sel darah putihnya memerangi serangan bakteri dan infeksi jamur.

Akibatnya, bocah berusia sembilan tahun ini amat jarang meninggalkan rumahnya karena setitik debu atau sehelai rumput bisa membunuhnya, sebab ia dapat dengan mudah terkena infeksi jamur dan bakteri dari alam luar.

“Sulit bagi Alex untuk pergi ke luar dan melakukan hal-hal yang diinginkan anak seusianya.” tutur Louise (40) ibunda Alex, yang terpaksa berhenti dari pekerjaannya sebagai perawat agar dapat merawat putranya tersebut.

Louise juga menambahkan bahwa akibat kelainan ini, Alex menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya, terutama saat ia pergi ke sekolah.
alex bersama kedua orang tuanya

Alex didiagnosis dengan GCD pada tahun 2007 saat masih berusia lima tahun, oleh dokter di John Radcliffe Hospital, Oxford, Oxon.

Dimana para petugas medis sama sekali tidak tahu apa terjadi dengan Alex setelah ia dibawa ke ruang perawatan intensif, dan meminta orang tuanya yakni Louise dan David (39) untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi yang terburuk.

“Ia (Alex) dipindahkan kedalam perawatan intensif. Kami diberitahu ia bisa meninggal dan mendengar hal tersebut merupakan sesuatu yang memilukan hati kami.” jelas Louise.

Beruntungnya salah satu dokter mengetahui ini merupakan penyakit GCD dan mereka kemudian mempompa alex dengan steroid. Dan tiga hari kemudian ia bangun dan kembali sehat.

 
Alex, yang bercita-cita menjadi ilmuwan genetik untuk membantu orang lain dengan kondisi serupa dengannya, saat ini membutuhkan transplantasi sel darah putih sehingga ia dapat menjalani hidup normal.

“Saya ingin bergabung dengan teman-teman dan pergi berkemah tapi aku tidak bisa pergi ke tempat yang lembab, karena aku dapat terkena infeksi.” keluh Alex.

“Alex memiliki begitu banyak pembatasan pada hidupnya karena infeksi sederhana bisa saja mengancam nyawanya.” jelas Anthony Nolan Juru bicara Victoria Moffett, yang membantu Alex menemukan donor sel induk darah putih.

Sumber : dailymail

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops