This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Selasa, 29 November 2011
Akibat Jika Ukuran Kondom Tidak Pas
Lebih baik waspada daripada lengah. Memakai kondom ketika berhubungan seksual yang berisiko dapat memberi rasa aman dan bisa sepenuhnya menikmati tanpa perlu khawatir tertular infeksi menular seksual. Bahkan, sebagian orang mengaku memakai kondom dapat membuat penis tegang lebih lama.
Mengenai kekhawatiran ukuran kondom yang tidak pas, sebenarnya hal tersebut tidak banyak berpengaruh. Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan pada ukuran dan panjang kondom sehingga kondom bisa dipakai pada semua ukuran penis.
Meski demikian, tentu akan lebih baik jika kondom yang dipakai terasa nyaman, tidak menimbulkan iritasi, dan tidak mudah copot. Karena itu, disarankan untuk mencoba beberapa merek kondom untuk mengetahui jenis yang pas. Anda bisa mencobanya ketika sedang masturbasi.
Bagaimana dengan kondom yang mudah robek? Sebenarnya hal tersebut lebih disebabkan kesalahan pemakai, misalnya menggunakan pelicin minyak, membuka kemasan dengan kuku atau benda tajam lain, membuka gulungan kondom sebelum dipakai, disimpan di tempat yang panas atau di kantong celana jeans yang ketat, atau memang kondomnya sudah kedaluwarsa.
kompas.com
Tips Agar Tidak Pedih Saat Memotong Bawang

Mata jadi pedih saat memotong bawang adalah persoalan klasik. Namun Anda bisa mencegah tangisan akibat bawang ini dengan enam cara mudah. Coba beberapa cara berikut ini:
1. Jangan pakai tangan
Jika Anda memang selalu memasak sendiri di rumah, beli saja food processor atau pengiris bawang. Pastikan Anda tidak memproses bawang terlalu lama di dalamnya, dan tunggu beberapa detik sebelum membuka tutupnya untuk memberi kesempatan gas, yang ditimbulkan oleh bawang yang terpotong, mengendap.
2. Dinginkan dulu
Simpan bawang di dalam lemari es, atau letakkan satu di dalam freezer selama beberapa menit sebelum dipotong. Meskipun bawang tidak perlu disimpan di dalam lemari es, bawang yang dingin tidak terasa begitu pedas untuk mata.
3. Potong dalam rendaman
Potong bawang di bawah air dingin untuk menghilangkan zat yang membuat iritasi sebelum hal itu dapat bereaksi terhadap mata Anda.
4. Hindari akarnya
Menurut The National Onion Association, Anda dapat mengurangi air mata ketika memotong bawang dengan memotong bagian atasnya lebih dulu, kemudian mengupas kulit terluarnya, dan biarkan akarnya utuh. Ujung akar dari bawang memiliki konsentrasi terbesar dari senyawa belerang, sehingga jika dipotong akan membuat mata pedih.
5. Bernafas lewat mulut
Cobalah menahan selapis roti (atau makanan apa pun) di antara gigi ketika Anda memotong bawang. Bernafas melalui mulut akan mengurangi kemungkinan zat yang membuat gatal naik ke hidung Anda, sehingga mengurangi pula kemungkinan untuk membuat pedih mata.
6. Buat tabungan bawang
Jika bawang merah termasuk bahan yang sering Anda gunakan saat memasak, rajang saja dalam jumlah yang cukup banyak sekali waktu, lalu simpan dalam container yang tertutup rapat di dalam lemari es. Waktu dan air mata akan dihemat.
haxims.blogspot.com
Kenapa Alkohol Bisa Bikin Mabuk?

Semua orang tahu bahwa konsumsi alkohol bisa membuat seseorang mabuk. Tapi apa yang menyebabkan minum alkohol bikin mabuk?
Alkohol adalah produk alami yang dibuat dari biji-bijian, buah atau sayuran yang difermentasi, yaitu suatu proses yang menggunakan ragi atau bakteri untuk mengubah gula menjadi alkohol. Alkohol yang dihasilkan ini bisa digunakan sebagai pembersih, antiseptik atau obat penenang.
Jika terbuat dari bahan alami, mengapa alkohol bisa berbahaya dan memabukkan?
Seperti dikutip dari Kidshealth, Senin (5/7/2010) ketika seseorang mengonsumsi alkohol, maka cairan ini akan diserap ke dalam aliran darah. Hal ini tentu saja mempengaruhi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang mengontrol hampir semua fungsi tubuh.
Alkohol adalah sebuah depressan yang berarti memperlambat fungsi sistem saraf pusat. Zat ini bisa menghambat beberapa pesan yang seharusnya disampaikan ke otak. Karena ada hambatan tersebut, maka bisa mengubah persepsi, emosi, gerakan, penglihatan dan juga pendengaran seseorang.
Dalam jumlah yang sangat kecil alkohol dapat membantu seseorang merasa lebih santai dan mengurangi rasa cemas. Namun jika jumlahnya berlebihan bisa menyebabkan perubahan besar di otak, sehingga menghasilkan intoxication.
Gejala yang timbul jika intoxication adalah terhuyung-huyung, kehilangan koordinasi serta tidak sadar dengan ucapannya. Terkadang juga membuat orang bingung atau mengalami disorientasi.
Orang yang mabuk berpikir bahwa dirinya bisa bergerak dengan baik, padahal kenyataannya tidak seperti itu dan keluar dari karakter orang tersebut. Reaksi yang timbul sangat tergantung dari tiap orang, pada beberapa orang efek yang muncul bisa sangat ramah berbiara atau justru sangat agresif dan marah.
Jika banyak konsumsi alkohol dalam waktu singkat, maka efeknya bisa lebih cepat yang ditandai dengan muntah. Untuk kasus ekstrimnya adalah pingsan, sesak napas, gula darah rendah, kejang dan bahkan bisa berakibat kematian.
Perubahan sistem saraf yang berasal dari minuman alkohol bisa membuat seseorang melakukan hal-hal bodoh atau memalukan. Karena gangguan dari sistem saraf itulah yang membuat seseorang menjadi mabuk jika mengonsumsi alkohol.
detikhealth.com
5 Manfaat Donor Darah Bagi Pendonor

Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.
Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan:
1. Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
2. Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.
3. Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.
4. Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.
5. Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah "rambu peringatan" yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.
Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor darah!
kompas.com


09.56
Unknown