This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Kamis, 12 Januari 2012
Renungan : "500 Rupiah" Itu Sangat Berarti
500 Rupiah
Agan-agan pasti sudah tidak asing lagi dengan uang "500 rupiah" , banyak hal yg sudah kita lakukan/beli dengan uang itu. terkadang jika kita memiliki uang "500 rupiah" itu di saku celana, dompet, atau kantong tas justru kita sering sekali mengacuhkan uang tersebut , karena menurut kita uang itu tidak berguna untuk kita yah gan .
Ane mendapatkan sedikit cerita nyata yang patut untuk kita renungkan gan tentang seseorang yang memiliki perlakuan beda terhadap uang "500 rupiah" yang mereka miliki. mari gan kita membaca sedikit tentang cerita kisah nyata tersebut .
Pulang kampung kali ini aku menyempatkan diri ke kawasan kota Tua. Ingin merasakan suasana nongkrong bersama para penjual kaki lima, pengamen dan juga para penyewa sepeda Tua.
Suasana kota tua ramai, tapi ada pemandangan lain yang cukup berbeda pada kunjungan sekitar 3-4 tahun yang lalu, kali ini lebih banyak sepeda-sepeda. Kulangkahkan kaki ini ke salah satu bapak yang sedang membetulkan sepeda tua, dan mulai mengajaknya ngobrol, pak sudah lama disini, jawabnya “yah sudah sejak tahun 1970, dulu saya ojek sepeda, sekarang saya menyewakan sepeda”. Sekarang lebih rapi yah pak, bapak itu melanjutkan setelah ditangani museum wayang, kawasan kota tua ini cukup rapi, dan banyak kunjungan-kunjungan turis asing dan juga kunjungan anak2 sekolah.
Memang kawasan ini terasa menjadi lokasi tourisme yang masih menyimpan keaslian bangunan-bangunan ini, walau memang sudah berubah fungsi, banyak bangunan ini jadi tempat shooting film dan pemotretan, karena kesan tuanya dan juga kesan seram dan angkernya.
Perut terasa lapar, dan aku muali mencari makanan yang bisa aku nikmati disini, banyak pilihan, tapi pilihan pertamaku jatuh ke batagor, sepiring batogor 7000 rupiah habis aku lahap, ditemani sebotol teh botol sosro. Saat sedang meminum teh botol itu pandanganku langsung tertuju kepada sepasang pemulung. Cukup kaget karena aku melihat adegan ini lagi, dan kali ini di Jakarta, pertama kali aku melihat seperti ini di China. Si bapak itu mengais tong sampah dan mendapati kaleng minuman, kemudian diminumnya sisa minuman itu, dan diberikan kepada istrinya juga.
Aku duduk di bawah pepohonan sambil mengamati kedua pemulung ini. mereka selalu mencari botol botol bekas minuman, mereka tidak meminta uang kepada para pengunjung kota tua, hanya mencari sisa-sisa botol minuman yang dibuang di tong sampah, atau yang dibuang sembarangan.
Tanpa terduga mereka datang dan mendekatiku, dan hendak duduk disampingku tapi mereka ragu-ragu, karena juga banyak orang yang duduk disitu, melihat itu aku bilang yah duduk disini aja, sesaat mereka duduk di sampingku, bapak-bapak berbaju batik rapi dan ibu-ibu langsung berdiri meninggalkan kami, tinggalah aku dengan kedua pemulung itu, aku tahu para mata sudah tertuju ke arah kami. Karena memang si bapak pemulung ini berbau tak sedap, karena memang dia mengais2 tempat sampah dan juga terjun ke dalam genangan air kotor untuk mengumpulkan botol plastik dan kaleng-kaleng minuman.
Kuperhatikan bapak ini, bajunya memang lusuh, dan sandalnya juga berbeda warna, aku menduga ini juga hasil dari temuannya. Hanya topinya saja yang keliatan bagus. “Dari pagi pak?” aku mulai mengajaknya berbicara. “yah pak harus dari pagi ngumpulin ini, juga harus adu cepat dengan pemulung lain” jawabnya.
“Terus dapat berapa pak nantinya dari botol-botol ini”, Keingintahuanku mulai mengalir. “Satu kilo dihargai 500 rupiah” Sambil diperlihatkan kepadaku hasilnya siang itu.
Tiba-tiba dia berlari, kea rah monument di tengah kota tua itu, karena dia melihat seorang pengunjung membuang botol plastik ke dalam monument yang tergenang air.
Aku pun mengikutinya dan melihat keadaan ini, kesanku sungguh ironis keadaan ini.
Satu kilo botol plastik dihargai 500 rupiah. Kata-kata itu masih terngiang, banyak yang bilang kalau uang 500 rupiah tidak ada artinya lagi, tapi dihadapanku, ada sepasang pemulung yang berusaha mencari 500 rupiah ini dengan susah payah.
Kehadiaran mereka mungkin menjadi pemandangan tersendiri bagi yang memperhatikannya, dan tanpa disadari mereka, mereka juga membersihkan kota tua ini dari sampah yang dibuang sembarangan oleh orang berpindidikan yang belum bisa menerapkan didikannya itu dalam kehidupan mereka.
Tidak mudah memang kehidupan yang mereka hadapi di Jakarta, banyak yang menyalahkan kenapa datang ke Jakarta, banyak yang menyalahkan kenapa tidak sekolah dengan baik, banyak komentar lainnya yang bilang kurang berusaha. Mungkin otak ini sudah penuh dengan kata-kata menggurui, tapi saat aku duduk bersama dan mengobrol bersama, disitu aku hanya merasakan perjuangan hidup mereka berat, mereka tidak menyerah akan hidup yang sedemikian berat. Dan tanpa terasa kisah kehidupan mereka lah yang membuatku mendapatkan pelajaran kehidupan.
Pesan Unique
Hargai rejeki yang kita dapat, berapapun besar nya gan . Karena kita tidak tahu kapan uang "500 Rupiah" tersebut bisa bermanfaat di lain waktu. dan gunakan uang "500 Rupiah" tersebut dengan sebaik-baik nya.
Quote:
Rabu, 11 Januari 2012
Selasa, 10 Januari 2012
10 Foto Hamparan Pantai Sanur Yang Indah
Eksotika nama besar pantai Sanur telah tercium hingga ke dunia internasional, bukan hal yang mengejutkan jika ini terjadi, karena pantai Sanur memang sebuah tempat yang layak untuk diketahui dunia. Keindahan bagai surga untuk siapapun yang melihat hamparan nuansa yang luar biasa pada pantai Sanur ketika esok atau sore hari. Sebuah kenyamanan hati yang hanya akan dirasakan di tempat ini.
Foto Langka Saat Anak Anjing Di Selamatkan Oleh Monyet dari Ledakan
Ada sebuah kisah menarik yang patut disimak sewaktu insiden pabrik meledak di Nanjing, China pada 28 Juli 2010 lalu. Peristiwa naas yang menewaskan 13 orang dan melukai 300 orang ini menyisakan sebuah kenyataan yang menyedot banyak perhatian publik.
Pada saat pabrik meledak, seekor monyet tertangkap kamera saat menyelamatkan seekor anak anjing dari lokasi ledakan. Ia menggendong anak anjing sambil berlari keluar dari pabrik tersebut.
Sekiranya peristiwa ini dapat mengetuk hati kecil kita, binatang saja bisa menunjukkan welas asih dan kebaikan kepada sesamanya.
Lalu bagaimana dengan kita?
Mari kita berinstropeksi diri ke dalam relung nurani kita, dan senantiasa berusaha memperbaiki diri lebih baik lagi.


20.15
Unknown





















