Jumat, 13 Januari 2012

Kontes Kecantikan SAPI SONOK Pulau Madura


Kontes Kecantikan

SAPI SONOK Pulau Madura



Jarum jam baru menunjukkan pukul 09.00, tetapi halaman Kantor Badan Koordinasi Wilayah Pamekasan di jantung Kabupaten Pamekasan dipenuhi ribuan warga. Selain itu, tampak 32 pasang sapi betina dengan kulit coklat keemasan berjalan bersisian.

Sapi-sapi unggul dari berbagai penjuru Pulau Madura itu bersiap mengikuti Kontes Sapi Sonok, ajang silaturahim para pemilik sapi di Madura yang dikembangkan menjadi kontes sapi sejak tahun 1960-an.

Sonok dalam bahasa Madura adalah kata dasar dari nyonok atau menyelinap gerbang pintu. Karena setiap pasang sapi cantik itu harus menyelinap gerbang pintu di garis finis, maka jadilah kontes sapi betina itu berjuluk "sapi sonok."

Kini, kontes sapi sonok digelar tahunan. Puncaknya digelar sehari sebelum lomba Kerapan Sapi Piala Presiden di gelar di Stadion Raden Soenarto, Minggu 23 Oktober besok.

Seperti layaknya model yang hendak melenggang di catwalk, sapi-sapi itu didandani dengan selempang keemasan di leher serta dada. Di leher sapi juga dipasang Pangonong, yaitu kayu perangkai sapi yang diukir indah dengan perpaduan warna merah dan kuning emas.

Kegemasan atas sapi sonok itu juga terlihat dari mimik 5 orang turis asing yang berbaur di tengah arena kontes sapi sonok. Para bule itu tak segan mengelus tubuh sapi sonok. Tangan mereka terlihat memegang aneka perhiasan yang menempel di tubuh sapi sonok.

Sebelum acara dimulai, beberapa pemilik sapi menari sambil menggiring sapi-sapi mereka keliling lapangan. Grup musik Saronen yang terdiri atas tiga pemain kenong, satu pemain kendang, satu pemain gong, dua pemain terompet, dan dua pemain kecer mengiringi pasangan sapi yang melenggang dengan kepala tegak bak seorang model.


 Grup Saronen: 

Grup Saronen: 

 Pengiring Sapi: 


Armuju (45), pemilik sapi sekaligus Ketua Paguyuban Sapi Sonok Kecamatan Batu Putih, Sumenep, menyiapkan dana Rp 1 juta untuk menyewa grup pemain Saronen. Para pemain Saronen akan mengiringi pasangan sapi milik Armuju yang bernama Lampu Wasiat.

Sekitar pukul 10.00 Kontes Sapi Sonok dimulai. Para penonton mengerumuni arena kontes berukuran 15 meter x 25 meter.

Di arena itu, pasangan sapi bergantian melenggang menuju pintu gerbang kayu yang berada di depan tiga juri.

Pasangan sapi sonok yang memiliki nilai tinggi adalah sapi-sapi yang dapat melewati arena dengan langkah serasi tanpa menginjak garis lintasan. Seorang joki yang memegang tali sepanjang 7 meter mengendalikan pasangan sapi sonok agar berhenti secara bersamaan di pintu gerbang dengan posisi kaki depan menginjak kayu pintu gerbang.

Selain ketangkasan dan keanggunan sapi, postur tubuh juga menjadi kriteria penilaian. ”Sapi sonok unggul memiliki punuk besar, lingkar dada lebar, bulu ekor hitam, dan badan panjang,” kata Haji Hatib (55), seorang juri Kontes Sapi Sonok.

PERAWATAN EKSTRA

Tak seperti sapi pada umumnya, sapi sonok membutuhkan perawatan ekstra agar benar-benar menjadi sapi unggul. Sebulan sekali pemilik sapi memberikan jamu berupa adonan tepung jagung dicampur gula jawa, bawang, daun bawang, asam jawa, kelapa, dan telur. Dua kali sebulan sapi sonok juga diberi susu segar dicampur 25 butir kuning telur.

Sapi sonok dirawat ekstra sejak berumur tiga bulan. Sapi-sapi itu dilatih berdiri tegak di tempat pengikatan khusus antara pukul 15.00 dan pukul 18.00. Dengan demikian, sapi-sapi itu terbiasa berjalan dengan posisi tegak dan kelihatan anggun.

Agar kulit sapi bersih dan mengilap, Armuju, pemilik sapi sonok di Batu Putih, Sumenep, memandikan sapi-sapinya 2 kali sehari. Kandang sapi pun dijaga selalu bersih.

”Saya merawat sapi sejak mereka kecil hingga menjuarai kontes lima kali. Sapi-sapi itu sudah seperti istri saya. Mahalnya biaya perawatan sapi dan hadiah yang kami terima saat menang tak seimbang. Tapi ini adalah kebanggaan,” katanya

MENCARI BIBIT UNGGUL

Budayawan Madura, Zawawi Imron, mengatakan, tradisi sapi sonok berasal dari kebutuhan masyarakat Madura mencari bibit sapi unggul. ”Dulu, di desa-desa berkembang kebiasaan semacam arisan para pemilik sapi atau biasa disebut lotrengan. Di situ mereka berkumpul dan memamerkan sapi masing- masing. Lambat-laun kebiasaan ini berkembang menjadi Kontes Sapi Sonok,” katanya.

Menurut Zawawi, salah satu kultur masyarakat Madura adalah bercocok tanam. Karena itu, sapi sebagai hewan yang berjasa membantu pertanian tidak pernah lepas dari masyarakat.

Sapi yang dulu sekadar membantu saat bertani kini berkembang menjadi kebanggaan, gengsi, sekaligus bernilai jual tinggi. ”Karena tradisi sapi sonok, memelihara sapi kini bukan sekadar mencari kesenangan, tetapi juga menaikkan nilai ekonomis,” kata Zawawi. 

Jika sapi biasa berumur empat bulan dijual dengan harga Rp 4 juta, bibit sapi sonok bisa bernilai Rp 30 juta. Bahkan, seekor sapi sonok dewasa yang telah berulang kali menang dapat memiliki nilai jual Rp 100 juta hingga Rp 125 juta.

Sampai kini tradisi sapi sonok masih berjalan di Madura. Melalui tradisi ini pula, sapi-sapi unggul Madura memiliki nilai tawar lebih tinggi ketimbang sapi-sapi pada umumnya.

Di tengah kondisi geografis Pulau Madura yang kering dan tandus, masyarakat tetap bisa menghasilkan sapi-sapi sonok berkualitas tinggi. Salah satu pemicunya adalah tradisi sapi sonok yang terbukti mampu mengangkat harkat sapi Madura. (Sumber)

PICTURES & VIDEO



Sapi Sonok: 

 Sapi Sonok: 

Sapi Sonok: 

Sapi Sonok: 

 Sapi Sonok: 

Sapi Sonok: 

Sapi Sonok: 

Sapi Sonok: 

 Sapi Sonok: 

 Sapi Sonok: 

 Sapi Sonok (rada BWK): 

Sapi Sonok JUARA: 


Sapi Sonok VIDEO: 




Kamis, 12 Januari 2012

Tempat Sampah Canggih dengan Sensor Barcode

Mendaur ulang sampah adalah hal positif dan medukung gerakan pencegahan global warming. Salah satu caranya mendukungnya adalah dengan memilah-milah sampah sejenis dalam satu tempat samaph. Dengan tindakan ini, proses pemilihan sampah yang dapat didaur ulang akan menjadi lebih mudah.

Tapi benarkah memilah sampah itu semudah yang anda bayangkan? Sampah plastik masuk kesini, sampah kertas masuk kesini, sampah metal disebelah sini. Benarkah semudah itu?


Tahukah anda bahwa tidak semua jenis platik bisa didaur ulang? Pernahkah anda memperhatikan bagian bawah dari botol air mineral yang anda minum? Disana biasanya dapat dijumpai tanda daur ulang dengan angka ditengahnya. Tanda inilah yang menunjukkan apakah sampah platik ini bisa didaur ulang atau tidak.


Memang akan sangat ribet jika setiap kali mau membuang sampah kita harus memeriksa kode daur ulang terlebih dahulu.

Nah,, atas dasar ide seperti itulah alat ini diciptakan. Alat ini adalah sebuah tempat sampah pintar yang dilengkapi dengan barcode.


Bagi anda yang belum mengerti apa itu barcode, barcode adalah kode (yang biasanya berupa garis tegak lurus) yang bisa digunakan untuk mempermudah proses identifikasi suatu barang. Aplikasi barcode paling banyak ditemui di supermarket atau swalayan untuk mempercepat proses pelayanan. Si Pelayan tinggal mengarahkan sensor ke arah barcode dan harga akan segera tampil dilayar. Itulah barcode.


Kembali ke tempat sampah pintar ini. Tempat sampah ini dilengkapi dengan sensor barcode pada bagian atasnya. Aplikasinya? saat anda mengalami kebingungan memilih tempat sampah mana yang paling sesuai, anda cukup mengarahkan barcode yang ada pada kemasan plastik yang ingin anda buang ke sensor yang berada di atas tempat sampah. Mesin akan memilih kira-kira tempat sampah mana yang paling pas untuk sampah yang ingin anda buang ini.

Tempat sampah yang berhak meminang sampahnya menurut mesin akan membuka tutupnya. Yang harus anda lakukan hanyalah memasukkan sampah itu ke mulut si tong sampah. And the job done.

Keren bukan konsepnya? Tapi sayangnya, alat ini belum direalisasikan, alias masih sekedar konsep bin Ide. BTW daur ulang dengan sentuhan teknologi terbaru seperti ini sepertinya akan sangat menarik dan mempermudah pekerjaan kita.

Apakah Kita Pribadi To Do, To Have, atau To Be ?

“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo)

Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

Fase pertama, fase to do.

Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.

Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?

Fase kedua, fase to have.

Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.

Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.

Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkimpoian, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.

Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.

Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya.

Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

Fase ketiga, fase to be.

Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.

Memaknai hidup
Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.

Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.

Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?”

Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India.
Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!

Peluang Usaha Menjanjikan di Tahun 2012

Tahun 2011 telah sampai di penghujung. Tahun 2012 segera menjelang. Jika Anda ingin memulai menjalankan usaha di tahun 2012, sebaiknya Anda mulai mencari-cari dan meneliti, peluang usaha 2012 seperti apakah yang kiranya akan menjadi tren dan menjanjikan keuntungan.

Ada jenis-jenis usaha yang dari tahun ke tahun tidak mengalami surut, bahkan cenderung terus meningkat. Berikut ini adalah peluang usaha 2012 yang diperkirakan akan menjadi tren dan salah peluang tersebut dapat Anda ambil untuk dijadikan bisnis 2012.

1. Bisnis kuliner
Ada beberapa fakta menarik tentang bisnis makanan. Fakta pertama: makanan adalah kebutuhan primer, tidak mungkin orang dapat hidup tanpa makan. Fakta kedua: orang-orang makin sibuk dengan karier sehingga tidak lagi punya waktu di dapur. Orang-orang sibuk ini lebih memilih membeli makanan mereka ketimbang memasaknya sendiri. Fakta ketiga: wisata kuliner merupakan kegiatan wisata yang telah dan akan terus menjadi tren. Dari kegiatan ini, orang-orang dapat memuaskan selera makan mereka, juga mendapatkan suasana menyenangkan layaknya orang berwisata. Ketiga fakta di atas adalah indikator kuat bahwa di tahun-tahun mendatang, bisnis kuliner masih akan terus menjadi peluang bisnis yang menjanjikan

2. Binis pakaian
Tren fashion terus berkembang dari waktu ke waktu. Setip saat, bermunculan mode-mode pakaian baru. Orang-orang yang selalu mengikuti tren mode, senantiasa mengubah penampilan, termasuk pakaian mereka, menyesuaikan dengan gaya yang sedang tren. Jelas ini merupakan peluang bisnis 2012 yang sangat menjanjikan untuk diambil.

3. Aksesori
Tren fashion tidak dapat berdiri sendiri. Tren pakaian merupakan satu paket dengan tren akserori, seperti gelang, kalung, tas, sepatu, ikat pinggang, dan pernak-pernik lainnya. Ini berarti, peluang usaha di bidang aksesori pun diperkirakan juga menjadi peluang usaha 2012 yang menjanjikan, sebagaimana bisnis pakaian.

4. Bisnis online
Era digital telah memudahkan orang untuk mendapatkan segala kebutuhannya. Dengan hanya sekali “klik”, barang-barang yang diinginkan akan diantar sampai ke rumah. Kemudahan berbelanja online inilah yang membuat bisnis online terus berkembang.

5. Laundry
Laundry adalah solusi mudah dan murah untuk masalah pakaian kotor, sprei, karpet, bad cover, dan sejenisnya. Ketimbang berjibaku dengan pakaian kotor yang menggunung, orang-orang sekarang memilih menyerahkannya ke laudry dan menerimanya kembali dalam kondisi bersih, wangi, dan rapi, hanya dengan membayar yang tidak terlalu mahal.

Itulah peluang bisnis 2012 yang diperkirakan akan menjadi tren dan menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops