Senin, 06 Februari 2012

2 Ferrari dan hukuman Malinda Dee

Mobil Ferrari dan Mercy milik Inong Melinda alias Melinda Dee yang disita 

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan mengecek keberadaan 2 Ferrari milik Malinda Dee. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan keberadaan barang milik terdakwa pencucian dana nasabah Citibank itu.

"Pagi ini hakim akan ke rumah penyimpanan benda sitaan negara di Cilincing jam 8.30," kata pengacara Malinda, Batara Simbolon, saat dihubungi VIVAnews.com, Senin 6 Februari 2012.

Barang bukti yang akan dicek yakni Ferrari merah seri F-430 Scuderia, Mercedez Benz putih seri E 350 dua pintu, Ferrari merah seri California, Toyota Fortuner, dan Hummer. "Hakim akan melihat langsung apakah benar mobil-mobil itu milik Malinda," jelasnya.

Setelah melakukan pemeriksaan barang bukti, hakim pun akan menggelar sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan dan kemudian pemeriksaan terdakwa. 

Malinda didakwa telah membobol rekening nasabah Citibank dalam 117 transaksi senilai Rp 47 miliar. Dia pun terancam hukuman 15 tahun penjara.

Dalam kasus ini, suami siri Malinda, Andhika Gumilang, sudah divonis empat tahun penjara penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Andhika dinyatakan terbukti terlibat dalam kasus yang melibatkan istri sirinya itu.

Selain itu, adik kandung Malinda, Visca Lovita Sari juga dinyatakan bersalah dalam kasus ini. Dia divonis 2 tahun 10 bulan penjara oleh hakim. Sementara itu, adik ipar Malinda atau suami Visca, Ismail bin Janim, divonis hukuman penjara 3 tahun 8 bulan. Hakim juga menyatakan Ismail terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dari hasil kejahatan Malinda Dee.• 

Bos Playboy dan Putranya Bersaing Soal Cinta?

Hugh Hefner Bersama Crystal Harris & Anna Sophia (Zimbio)

Memiliki ayah yang suka berkencan dengan wanita muda, tidak membuat putra Hugh Hefner, Cooper, 20, merasa malu. Ia bahkan mengakui bahwa sejak lama ayahnya yang berusia 85 tahun itu memiliki kebiasaan aneh, doyan kencan dengan wanita yang lebih muda dari usia Cooper. 

Pendiri majalah pria dewasa, Playboy itu memang terkenal senang berkencan dengan model-model cantik. Meski begitu, Cooper Hefner menegaskan dia selalu nyaman dengan gaya hidup yang tidak biasa yang sering dilakukan ayahnya. 

"Apa yang bisa saya katakan soal Ayah. Playboy Mansion adalah rumah saya, dan saya tidak pernah tahu hal lain, jadi untuk saya itu normal, meskipun perilaku ayah saya sedikit aneh yang suka berpacaran dengan wanita lebih muda dari saya," katanya seperti dikutip laman Female First. 

Cooper juga tidak merasa khawatir dengan sikap ayahnya. Cooper juga menegaskan, untuk urusan wanita, ia tidak akan pernah bersaing dengan ayahnya karena mereka memiliki selera yang berbeda.

Dia menambahkan kepada majalah Glamour Inggris, "Saya bukan penggemar wanita pirang. Aku sudah dewasa dan banyak dikelilingi oleh wanita cantik. Saya tidak suka wanita yang hanya suka duduk disamping saya. Saya ingin seseorang yang suka berdebat soal politik," katanya. 

Hugh Hefner memang terkenal tidak hanya sering berburu wanita muda seksi dan cantik untuk dijadikan model dalam majalahnya, pria berusia 85 tahun ini juga senang berkencan dengan wanita muda yang seksi dan cantik

Bos Playboy ini bahkan mengaku, tidak pernah bercinta dengan wanita yang berusia di atas 49 tahun. Wanita-wanita cantik yang berada di samping Hefner, diakuinya hanya sederet wanita muda yang masih berusia di bawah 40 tahun.

"Aku sudah sering keluar dengan banyak wanita. Yang tertua, ia berusia empat puluhan. Namun dalam hal hubungan intim kebanyakan masih berusia tiga puluhan," kata Hefner. (sj)• VIVAnews

Institusi VS Jokes

Permintaan maaf dari @asepsuaji

Beberapa hari yang lalu acara GalauNite di MetroTV terlibat tweet war mini dengan para mahasiswa IPB melalui situs mikroblogging twitter. Hal ini disebabkan karena salah satu jokes (candaan) dari Asep Suaji (@asepsuaji) yang mengatakan (entah sadar atau tidak) IPB sebagai Intitut Pemuda Bodoh. Kontan hal ini memancing amarah para mahasiswa IPB yang kebetulan melihat tayangan tersebut maupun yang mengetahuinya via twitter, dipimpin oleh akun resmi IPB; @tweetIPB, para mahasiswa IPB berbondong-bondong menyerang akun-akun yang terlibat dalam acara tersebut, seperti @asepsuaji, @GalauNite dan @metroTV.

Sekilas tindakan yang dilakukan oleh saudara Asep ini bisa dikategorikan sebagai tindakan pencemaran nama baik, dan seingat saya bisa dituntut secara pidana berdasarkan UU di Indonesia. Namun perlu ditekankan sekali lagi bahwa acara GalauNite itu ditayangkan secara LIVE (siaran langsung), yang berarti kesalahan-kesalahan seperti itu akan langsung didengar oleh masyarakat banyak tanpa melalui proses editing sebelumnya.

Meski pada akhirnya Asep melalui akun twitter pribadinya mengucapkan permintaan maafnya kepada civitas IPB secara umum, dan akhirnya permintaan maaf-nya diterima oleh akun @tweetIPB. Namun saya masih merasakan beberapa hal yang menarik untuk dibahas terkait kejadian yang 'tidak disengaja' ini.

Prolog
Seperti yang ditulis diatas, tindakan Asep yang menyatakan IPB sebagai singkatan dari "Institut Pemuda Bodoh" melalui sebuah acara yang ditayangkan secara nasional dapat dikatakan sebagai tindakan pencemaran nama baik. Nama baik IPB yang termasuk lima besar Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia bisa tercoreng, belum lagi ditambah acara tersebut ditayangkan pada saat para calon mahasiswa mulai memilih-milih kemana mereka akan melanjutkan studinya. Sedikit-banyak ucapan Asep yang disiarkan secara nasional dapat mempengaruhi pilihan sang calon mahasiswa, atau bahkan orang tuanya dalam memilih perguruan tinggi. Karena pada dasarnya tidak ada yang ingin berkuliah di tempat yang bisa membuat dirinya menjadi individu yang ‘bodoh’

Main Problem

Permintaan maaf Asep Suaji kepada akun twitter @tweetIPB memang diterima oleh admin akun tersebut dengan lapang dada, bahkan dengan jiwa besar sang admin menghimbau agar para civitas IPB juga bisa menerima permintaan maaf mas Asep ini dengan lapang dada. Sekilas hal tersebut baik untuk banyak pihak, namun ternyata ada kelemahannya.

Jika ucapan Asep yang lebih cocok disebut sebagai jokes itu dianggap sebagai tindakan melecehkan/merendahkan suatu institusi, dalam hal ini Institut Pertanian Bogor, maka menurut saya sangat tidak pantas permintaan maaf tersebut hanya disampaikan melalui situs mikroblogging twitter, apalagi hanya tertuju kepada akun @tweetIPB.

Alasan Asep meminta maaf kepada @tweetIPB dipertanyakan ialah jika kita menanyakan kevalidan dari @tweetIPB itu sendiri. Siapakah dibalik admin dari akun tersebut ? Bisa berupa mahasiswa IPB, bisa berupa dosen, bisa berupa rektor, bisa berupa alumni, bisa berupa staff, bisa berupa infokom IPB, bisa berupa siapa saja. Hanya karena akun tersebut rutin menjelaskan tentang hal-hal yang terjadi di IPB maka banyak orang (khususnya mahasiswa IPB) menyebut akun tersebut sebagai akun resmi dari IPB. Kalaupun benar adanya akun tersebut resmi milik IPB, permintaan maaf secara twitter dirasa kurang pantas. Jika mas Asep benar-benar merasa bersalah dengan tindakannya, maka ia seharusnya menggelar konferensi pers untuk menyampaikan kata maaf, seperti yang sering dilakukan Afriyani terhadap keluarga korban Tugu Tani. Atau jika ingin diseleasikan secara kekeluargaan maka Asep seyogyanya mendatangi rektor/perwalian dari IPB dan menyatakan permintaan maaf secara langsung. Bahkan saya sebenarnya sanksi kalau rektor/orang penting IPB melihat acara tersebut dan mengetahui tindak-tanduk akun @tweetIPB.

Memang kita tidak boleh memperpanjang masalah, namun saya hanya merasa lucu dengan tweet war yang terjadi pada saat itu. Meski tidak selama kasus Marissa Haque, namun tetap saja saya tidak bisa menahan tawa melihat lini masa twitter saya yang kurang lebih berkata ‘mahasiswa IPB solid’ atau ‘mahasiswa IPB kritis’. Jangan salah, saya juga merupakan mahasiswa IPB, namun saya merasakan ada yang ‘janggal’ dengan kejadian tersebut. I mean buat akun-akun yang menyatakan mahasiswa IPB itu kritis/solid itu, apakah mereka tahu jumlah semua mahasiswa IPB ada berapa ? Dan apakah mereka tahu dengan pasti kalau sebagian besar dari mahasiswa tersebut mendukung tindakan mereka ? Jika hal yang mereka lakukan dengan ‘ikut-ikutan’ dalam tweet war diikuti lebih dari 80% mahasiswa aktif IPB, maka tidak ada keraguan kalau mahasiswa IPB itu kritis/solid, jika tidak ? Maaf, saya hanya bisa katakan kalian sebagai sekumpulan provokator.

Jika kalian benar-benar sayang dan ingin melindungi nama baik kampus rakyat IPB, maka tindakan mengumpulkan masing-masing ketua BEM per fakultas, ketua himpunan profesi per fakultas dan seluruh lembaga kemahasiswaan yang ada, bersama staff dan dosen untuk menuntut permintaan maaf dari MetroTV secara umum dan dari Asep secara khusus.

Selain itu selama saya berkuliah di IPB saya juga sering mendengar plesetantentang kepanjangan dari akronim IPB, antara Intitut Perbankan Bogor dan Insitut Pembesaran Betis. Kedua julukan tersebut bahwa saya dengar dari mulut beberapa dosen/staff IPB pada event-event tertentu, seperti acara penyambutan mahasiswa baru. Tapi lucunya, jika merujuk pada apa yang disebut dengan jokes terhadap institusi, maka orang-orang yang mengucapkan (atau bahkan mempopulerkan) plesetan tersebut, juga dibutuhkan permintaan maaf (terserah jika mau melalui twitter atau media lainnya). Seperti Institut Perbankan Bogor yang sering disematkan karena banyak lulusan IPB berkerja di bank. Let's be real for a moment, IPB terkenal karena kontribusinya dalam bidang pertanian sejak dulu, jika kita berkoar-koar tentang dunia perbankan, maka (mungkin) jumlah peminat yang benar-benar berminat dalam dunia pertanian menjadi ragu untuk memilih IPB sebagai tujuannya melanjutkan studi.

Epilog

Bagi mereka yang suka atau sering melihat acara StandUp Comedy pasti tidak asing dengan tagline StandUp Comedy yang selalu dipopulerkan Pandji. “Menangkap makna yang dimaksud, bukan yang diucap”. Jika bisa menerapkan kalimat tersebut, maka kita (mungkin) bisa menerima joke Asep pada acara GalauNite sebagai pure joke. Karena jika memang saudara Asep sadar akan kesalahannya, maka ia akan meminta maaf dengan sendirinya, karena permintaan maaf yang dilakukan dibawah tekanan (dalam hal ini teror mention) tidak selalu bersumber dari hati nurani. Sekarang tergantung kita, apakah kita puas dengan permintaan maaf yang (mungkin) demi menjaga nama baik pribadi dan acaranya karena serbuan mention dari ‘beberapa’ mahasiswa atau permintaan maaf dari seseorang yang benar-benar sadar akan kesalahannya dan berniat meminta maaf.

*FYI, jangan lupa bahwa dulu acara Insert dan Empat Mata ditarik dari peredaran karena dianggap merusak nama baik individu/kelompok/institusi.

Cara Membedakan Madu Asli Atau Palsu

Siapa yang tak tau madu, cairan manis ini memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Banyak jenis produk madu yang di jual di pasaran, tapi taukah bahwa madu yang di jual itu belum tentu asli. Banyaknya produk yang di jual di pasaran membuat madu tersebut rentan terhadap pemalsuan.

Madu bisa saja di campurkan bahan lain seperti air, gula, ragi atau zat lain, bahkan ada juga madu yang bukan 100% madu asli atau madu buatan. Memang jika di lihat agak sulit membedakan mana yang asli.

Berikut pemahaman yang suka salah artikan terhadap madu asli dan palsu- Madu alami tidak dikerubutin semut, ini belum tentu karena memang ada sebagian semut yang tidak suka madu umumnya adalah semut besar, dan untuk semut kecil biasanya akan menyukainya.

- Madu asli tidak haru selalu manis, ini tergantung jenis bunganya

- Madu asli tidak akan membeku jika di masukan ke dalam kulkas, ini belum tentu benar, karena madu asli juga mengandung mineral yang dapat mencapai 25%, jadi bisa saja membeku.

Ada beberapa cara untuk membedakan mana madu yang asli dan madu yang palsu
- Dengan mencampurkan madu dengan air, madu yang asli tidak akan tercampur, dan sebaliknya bagi yang palsu

- Jika di masukan ke piring yang berisi air, lalu di goyang-goyang, maka madu yang asli akan membentuk pola yang mirip dengan sarang lebah, sedangkan yang palsu tidak, bahkan akan bercampur karena memiliki kadar air yang tinggi.

- Teteskan madu pada kertas, madu yang palsu akan terserap oleh kertas karena kadar airnya tinggi

- Panaskan madu pada sebuah sendok yang di bakar dengan lilin, madu yang asli akan mendidih hingga busanya tumpah, sedangkan yang palsu tidak dan busanya sedikit

- Memasukan batang korek api pada madu beberapa saat, setelah itu di pantik (dibakar) dengan korek api, jika masih korek tersebut masih menyala, berarti madu itu asli

- Mencampurkan madu dengan kuning telur, maka telur tersebut akan ter-koagulasi yang terlihat seperti matang, karena madu mengandung asam, dan telur mengandung protein yang bila di campur akan menggumpal dan terlihat seperti matang.

Demikian beberapa tips cara membedakan madu yang asli.
Semoga bisa bermanfaat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops