This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Minggu, 15 April 2012
Tren Mode Penyebab Rasa Sakit Wanita
Modis Sepanjang Hari Tidak Berarti Jadi Korban Mode
Tas, Sepatu dan Bra adalah tiga benda yang selalu diikuti modenya secara membabi buta oleh kebanyakan kaum wanita. Bahkan para wanita memiliki kecenderungan memikiran mode itu secara berlebihan sehingga mereka tidak menghiraukan dampak negatif dari kebiasaan tersebut, juga rasa sakit yang dapat ditimbulkan oleh ke tiga benda tersebut.
Healthcentral (1 April 2012) melansir 3 jenis mode yang menyebabkan rasa sakit pada wanita, antara lain:
1. Tas
Kebanyakan wanita selalu membawa tas besar dan berat kemana-mana. Isi tas itu berupa sikat, alat make up, buku catatan, cermin, botol minum, handphone dan dompet.
Pada umumnya tas dengan satu tali lebih disukai daripada tas model ransel karena tuntutan mode. Padahal tas jenis ini menimbulkan ketidak nyamanan pada bahu saat dibawa-bawa.
Kalaupun tas yang dirancang untuk nyaman di bahu pun masih bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, karena pemiliknya hanya menggunakan satu tali tasnya di bahu tertentu saja. Kebiasaan seperti itu menyebabkan otot bahu dan sendi menjadi asimetris dan dapat menyebabkan rasa sakit.
Sakit yang umum karena mode pemakaian tas adalah sakit leher, nyeri bahu, nyeri pada tulang dada, nyeri lengan dan bahkan nyeri pada tangan.
2. Sepatu
Wanita senang mengenakan sepatu dengan hak tinggi walau sepatu itu bisa menyebabkan banyak masalah seperti bengkak pada ibu jari, nyeri pada lutut, dan sakit punggung. Masalah itu timbul karena tumit bekerja lebih keras dalam menahan berat badan dari kepala hingga kaki ketika mengenakan sepatu hak tinggi.
Sepatu tanpa perlindungan yang baik dapat meningkatkan risiko cedera pada kaki, lutut, pergelangan kaki dan tulang belakang.
3. Bra
Wanita juga senang mengenakan bra dengan kawat sebagai penyangga payudara. Pada umumnya bra berkawat justru sering menimbulkan rasa sakit.
Pemilihan bra yang terlalu sempit menyebabkan kawat pada bra meninggalkan bekas pada dada dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Sehingga pemilihan ukuran bra yang sesuai ukuran payudara sangat dianjurkan agar diperoleh rasa nyaman.
Tanda-tanda kematian
Dikisahkan bahwa malaikat maut (Izrail) bersahabat dengan Nabi Ya'kub AS. Suatu ketika Nabi Ya'kub berkata kepada malaikat maut. "Aku menginginkan sesuatu yang harus kamu penuhi sebagai tanda persaudaraan kita."
"Apakah itu?" tanya malaikat maut. "Jika ajalku telah dekat, beri tahu aku." Malaikat maut berkata, "Baik aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirim satu utusanku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusanku." Setelah mereka bersepakat, mereka kemudian berpisah.
Setelah beberapa lama, malaikat maut kembali menemui Nabi Ya'kub. Kemudian, Nabi Ya'kub bertanya, "Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"

"Aku datang untuk mencabut nyawamu." Jawab malaikat maut. "Lalu, mana ketiga utusanmu?" tanya Nabi Ya'kub. "Sudah kukirim." Jawab malaikat, "Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah kekarnya, dan bungkuknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya'kub, itulah utusanku untuk setiap bani Adam."
Kisah tersebut mengingatkan tentang tiga tanda kematian yang akan selalu menemui kita, yaitu memutihnya rambut; melemahnya fisik, dan bungkuknya badan. Jika ketiga atau salah satunya sudah ada pada diri kita, itu berarti malaikat maut telah mengirimkan utusannya. Karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi utusan tersebut.
Kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia sebagaimana yang telah ditegaskan dalam firman Allah SWT, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185).
Karena itu, kita berharap agar saat menghadapi kematian dalam keadaan tunduk dan patuh kepada-Nya. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS Ali Imran [3]: 102).
Tidaklah terlalu penting kita akan mati, tapi yang terpenting adalah sejauh mana persiapan menghadapi kematian itu. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita bersegera untuk menyiapkan bekal dengan beramal saleh. "Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang memperdaya, kekayaan yang menyombongkan, sakit yang memayahkan, tua yang melemahkan, kematian yang memutuskan, dajjal yang menyesatkan, dan kiamat yang sangat berat dan menyusahkan." (HR Tirmidzi).
Bekal adalah suatu persiapan, tanpa persiapan tentu akan kesulitan dalam mengarungi perjalanan yang panjang dan melelahkan. Oleh karena itu, "Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS Al-Baqarah [2]: 197).
Sabtu, 14 April 2012
Foto Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Kelenteng Boen Bio adalah salah satu kelenteng tua di Kota Surabaya. Kelenteng ini berada di tepi Jalan Raya Kapasan, tak jauh dari Pasar Kapas Krampung.
Ada yang Menarik di Ruangan di dalam kelenteng ini karena Terpajang foto KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Dur.
Gus Dur merupakan sosok yang dihormati oleh warga Tionghoa.
Berkat jasa Gus Dur pada maa pemerintahannya, warga Tionghoa bisa kembali mendapatkan kebebasan untuk melaksanakan tradisi, Budaya dan adat-istiadatnya di Indonesia.
Sebuah hal yang sebelumnya dilarang dilakukan oleh mereka selama masa Orde Baru berdasarkan Inpres no 14 tahun 1967 yang menetapkan larangan bagi penyelenggaraan semua kegiatan Keagamaan,Tradisi, kepercayaan dan adat- istiadat Cina di Indonesia.
Curahan Hati Presiden SBY
Bocornya Pidato Presiden SBY
Ternyata manusia itu tempatnya berkeluh kesah, dan pasti membutuhkan telinga untuk mencurahkan isi hati agar gundah gulana dalam dada sirna. Bahkan seorang presiden pun membutuhkan orang lain yang mau mendengarkan isi hatinya. Bukankah presiden juga manusia yang memiliki sisi yang semestinya dipandang secara manusiawi?
Celakanya seorang presiden di negeri ini sudah dianggap sebagai manusia sempurna yang tidak pantas lagi berkeluh kesah. Sangat menarik sekali bila keluhan seorang presiden harus didengarkan semua rakyat yang dipimpinnya, bahkan disaat rakyat itu sendiri pun harus juga mengeluh kepada presidennya. Jadi, siapa yang harus mendengarkan suatu keluhan kalau keadaan begitu?
Seperti apa keluhan seorang presiden? Apakah sama dengan keluhan rakyat yang susah makan dan susah menyekolahkan anak-anaknya? Apapun keluhannya, curahan hati seorang SBY sudah terlanjur terucap dan layak juga kita simak.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku harus mengawal detik demi detik proses lobi menjelang paripurna DPR 30 Maret lalu terkait adanya kelompok yang menolak pemerintah diberi ruang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
»Kemarin itu sangat berbahaya,” ujar Yudhoyono saat memimpin rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad, 1 April 2012, (seperti dilansir Tempo.co 11 April 212).
Siang itu, selama lebih satu jam, SBY mencurahkan kekhawatirannya dan masuk dalam rekaman berdurasi 41 menit 49 detik yang salinannya dimiliki Tempo.
SBY gundah bukan tanpa alasan. Jika paripurna DPR tidak menyepakati masuknya pasal 7 ayat 6a Undang-Undang APNNP 2012 ekonomi Indonesia akan kolaps. Alasannya ruang pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jika sewaktu-waktu harga minyak dunia bergejolak akan terkunci. »Kita akan kolaps.”
Menurut presiden kehendak beberapa partai yang tidak memberikan kewenangan mengatur harga minyak pada pemerintah akan menganggu stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah tidak akan bisa melakukan apa-apa jika sewaktu-waktu terjadi gejolak harga minyak dunia. Tanpa penambahan pasal dalam APBNP, pemerintah tidak punya kewenangan dan alat untuk menyesuaikkan harga minyak mentah Indonesia (ICP).
Dia mengatakan kelompok atau partai manapun yang tidak setuju menaikkan BBM tidak pantas mengatasnamakan berjuang untuk kepentingan rakyat. Menurut SBY, bahkan presiden Megawati Soekarnoputri yang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat berkuasa pernah pula menaikkan harga BBM atas alasan menyelamatkan APBN. »Jadi kali ini (penolakan) bukan untuk rakyat, tetapi supaya SBY, pemerintah, dan demokrat jatuh.”
SBY juga mengkritisi partai lain yang setuju kenaikan harga BBM tetapi tidak setuju membantu masyarakat miskin melalui program Bantuan Langsung Sementara (BLSM). Kondisi ini kata Yudhoyono akan menyebabkan efek yang tak kalah buruk bagi masyarakat. »Kalau kami tidak diberi ruang, otoritas, melalui Undang-Undang untuk mendeliver bantuan kepada masyarakat sesuai perlindungan sosial maka akan terjadi gelombang di seluruh indonesia karena masyarakat akan menjerit, kemudian pemerintah dituntut dan akhirnya jatuh juga.”
Dalam curhatnya itu, SBY mengatakan berbagai gerakan menolak kenaikan harga BBM yang terjadi sudah tidak lagi berdasar. »Ujungnya sudah ke sana ke mari tapi intinya pemerintah diharapkan jatuh secepat-cepatnya. Tentu tidak seorang presidenpun yang mau dikadali, mau dibegitukan dan kita tidak berjuang.” Atas alasan itu Yudhoyono mengatakan ia terus berjuang agar pasal 7 ayat 6a disepakati paripurna.
Sumber : Tempo.co IRA GUSLINA SUFA


14.31
Unknown






