Kamis, 02 Februari 2012

Mengenal Jenis-jenis Wayang di Indonesia

Jenis-jenis Wayang di indonesia

Wayang kulit purwa

wayang kulit purwa adalah salah satu wayang yang terbuat dari kulit sapi atau lembu (makanya di sebut wayang kulit ) ,mengisahkan cerita cerita purwa Ramayana dan Mahabharata .diciptakan pertama kali wayang kulit oleh Sunan Kalijaga sebagai sarana dakwah Agama Islam
 
Wayang Orang

wayang orang sama definisinya dengan wayang kulit tetapi bedanya sesuai dengan namanya, wayang ini diperankan oleh Orang atau Wong

Wayang Golek

wayang golek terbuat dari kayu .biasanya kayu yang dipakai adalah kayu mahoni .wayang golek banyak di gunakan dalam beberapa cerita .diantaranya wayang golek purwa yang menceritakan tentang epos Ramayana dan Mahabharata ,wayang golek lenong betawi yang menceritakan tentang betawi ,misalnya si manis jembatan ancol atau si jampang jago betawi .

Wayang Suluh

wayang suluh adalah wayang yang menceritakan tentang penyuluhan kepada rakyat atau berisi sindiran kepada pejabat atau pemerintah

Wayang Wahyu

wayang wahyu menceritakan tentang alkitab atau bibel .wayang ini di ciptakan pertama kali oleh Pdt.Bruder Tometheos ,terbuat dari kulit sapi atau lembu

Wayang beber 

wayang beber pada zaman sekarang telah punah di telan zaman , .wayang ini terbuat dari kain gulungan ,lalu dalang membuka gulungan ,menancapkannya dan menceritakan adegan di gulungan tersebut

Tambahan Gan

 "yang menciptakan wayang kulit purwa di indonesia adalah sunan kalijaga" kalo dilihat dari penelitian nih gan, ane kutip ya "Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo*nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur*nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakimpoi berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In*dia, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakimpoi, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In*dia, adalah Baratayuda Kakimpoi karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).

Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawa*yang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah per*tunjukan wayang.

Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis*toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone*sia halaman 987." itu darihttp://budayawayangkulit.blogspot.co...tu-puncak.html

sedangkan sunan kalijaga sendiri diperkirakan lahir pada tahun 1450 masehi

jadi memang benar sunan kalijaga memakai sarana wayang kulit untuk berdakwah islam, karena saat itu masyarakat jawa sudah sangat menggandrungi wayang kulit jadi sarana wayang kulit itu untuk mempermudah dakwahnya agar menarik minat masyarakat indonesia pada saat itu gan.. jadi dapat disimpulkan bahwa sebelum sunan kalijaga lahirpun sudah ada wayang kulit di indonesia. dan sunan kalijaga memanfaatkannya sebagai sarana berdakwah

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops