Jumat, 03 Februari 2012

FOTO:Menyusuri Misteri Kuburan Batu di Toraja

Kuburan batu Lemo di Toraja (ANTARA/ Sahrul Manda Tikupadang)

Kuburan itu dinamai Lemo karena bentuknya bulat menyerupai buah limau (jeruk).

Kuburan Batu Lemo yang terletak di Toraja, Sulawesi Selatan, merupakan kuburan tertua nomor dua di Toraja setelah Songgi Patalo.

Di situs yang dibangun sekitar abad ke-16 tersebut, terdapat sekitar 75 lubang kuburan dan 40 patung orang yang telah meninggal.

Tiap-tiap lubang merupakan kuburan satu keluarga. Lokasi itu merupakan salah satu objek wisata Toraja yang banyak dikunjungi wisatawan, baik mancanegara maupun lokal.

Kuburan yang dibuat di bukit batu itu dinamai Lemo karena bentuknya bulat menyerupai buah limau (jeruk). Bila dilihat dari luar, hanya akan tampak pintu lubang yang ditutup dengan papan kayu.

Letak lubang-lubang ini cukup tinggi yakni mencapai belasan meter. Mayat dimasukkan ke dalam dengan tangga atau ditarik dengan tali.

Sedangkan ukuran lubang cukup besar sekitar 3 x 5 meter. Untuk membuat lubang ini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, berkisar Rp 30 juta.

Lubang dibuat dengan cara memahat bukit batu secara manual. Pekerjaan membuat lubang ini biasanya memakan waktu enam bulan hingga satu tahun






FOTO: Kota Kuno Ptolemais yang Menakjubkan

Kota kuno Ptolemais (REUTERS/ Esam Al-Fetori)

Pada saat itu, ini merupakan kota Yunani kedua yang didirikan setelah penaklukan di Mesir.

Ptolemais, kota kuno yang terletak di dekat Ad Dirsiyah, sekitar 100 km sebelah timur Benghazi, Libya, cukup memukau. Kota kuno yang memiliki kuil dan teater itu merupakan warisan pengembangan budaya Yunani. 

Kerajaan Ptolemaik berdiri ketika Ptolemaios I Soter menyatakan dirinya sebagai Firaun Mesir pada tahun 305 SM. Kotak Ptolemais sendiri didirikan untuk mengaabdikan nama dan pemujaan Ptolemaios I. 

Kota ini dikelilingi bukit-bukit tandus Lembah. Pada zamannya, penduduk mayoritas di wilayah ini kebanyakan adalah orang Yunani. Pada saat itu, ini merupakan kota Yunani kedua yang didirikan setelah penaklukan di Mesir.

Sebagai kaum penguasa di Mesir, orang-orang Yunani menjadi golongan yang penting di Kerajaan Ptolemaik. Orang-orang Yunani sebagian besar menjadi tuan tanah. Sebagian besar orang Yunani tersebar di tiga kota Yunani, yaitu Naukratis, Aleksandria, dan Ptolemais. 

Pada masa awal kota ini tidak terganggu oleh kegiatan agama dan tradisi bangsa Mesir. Warga Ptolemais Yunani bahkan membangun kuil-kuil baru yang indah untuk dewa-dewa Mesir dan dengan cepat mengadopsi penampilan para Firaun terdahulu.

Tapi dalam waktu satu abad, pengaruh Yunani berhasil menyebar di Mesir dan pernikahan antara orang Yunani dan orang Mesir banyak menghasilkan kaum Yunani-Mesir yang terdidik. Meskipun demikian, orang Yunani tetap menjadi kaum minoritas yang memperoleh keistimewaan di Mesir masa Ptolemaik ini. 

Kini, sisa-sisa kota yang sempat jaya itu meninggalkan banyak kekaguman. Sudut-sudut kota kuno seakan kembali menceritakan kejayaan kota pada masa itu.

 Berikut FOTO: Kota Kuno Ptolemais yang Menakjubkan.







Yakitori, Sate Ala Jepang

Cara baru menikmati sate ayam, yang ini tanpa bumbu kacang.

Yakitori 

Yakitori adalah sate khas Jepang yang menggunakan tiap bagian ayam. Satu tusuk sate hanya diisi dengan satu potongan ayam, sepeti potongan paha. Sedangkan untuk potongan yang lain atau jeroan ditusukkan dalam tusukan yang berbeda. Penasaran dengan rasanya? Lihat di sini resepnya.


BAHAN:
1 kg dada ayam fillet
4 batang daun bawang, potong ukuran 2,5 cm
Saus:
600 ml kecap manis
300 ml air kaldu ayam
300 ml sake
200 g gula pasir
200 ml mirin

CARA MEMBUAT:
1. Campur semua bahan saus dalam panci, masak hingga mendidih. 
Kurang lebih selama 5 menit.

2. Potong daging ayam dengan ukuran 3x 3 cm. Susun dalam 
tusukan sate, selang seling dengan daun bawang.

3. Siapkan panggangan atau wajan datar.

4. Oles seluruh tusukan sate ayam dengan saus yang telah 
matang, hingga rata.

5. Panggang, sambil dibolak-balik hingga matang dan berubah 
warna.

6. Sajikan bersama siraman sisa saus di atasnya.

Selamat mencoba.

Sumber: Food.com, eh

Beautiful Girl Lyrik by Christian Bautista



Beautiful girl wherever you are
I knew when I saw you you had opened the door
I knew that I'd love again after a long long while
I'd love again.
You said hello and I turned to go
But something in your eyes left my heart beating so
I just knew that I'd love again after a long long while
I'd love again.

Refrain : It was destiny's game
will love finally came on
I rushed in line only to find
That you were gone.

Whereever you are I fear that I might
Have lost you forever like a song in the night
Now that I've loved again after a long long while
I've loved again.

Repeat Refrain

Beautiful girl I'll search on for you

'Til all of your loveliness in my arms come true
You've made me love again after a long long while
In love again
'And I'm glad that its you
'Hmm beautiful girl



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops