Minggu, 25 Maret 2012

Kisah: Ibuku adalah Baby Sitter

 

Seiring bergulirnya waktu dan jaman, kita tak menyadari ada kebiasaan orang tua dulu yang pernah kita rasakan sewaktu kita kecil telah hilang, ya…. Sebuah kedekatan orang tua terhadap anaknya kini tak lagi dirasakan oleh anak-anak seperti kita dijaman dulu kita, sebuah kedekatan dan ke intiman antara anak dan orang tua.
Fenomena ini muncul pada orang tua yang sibuk meniti karir nya masing-masing, sehingga peran mereka perlahan namun pasti tergantikan oleh yang namanya baby sitter.
Mereka beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya kelak setelah dewasa. Dengan semakin tingginya biaya pendidikan dan kebutuhan lainya mereka rela untuk memilih pekerjaan daripada anaknya dengan dalih untuk masa depan anak.
Tanpa mereka sadari sikap orang tua seperti ini telah merenggut dan menyia-nyiakan masa-masa yang tidak akan pernah tergantikan dan akan menjadikan penyesalan para orang tua dimasa yang akan datang.
Masa balita terutama umur0-2 tahun adalah masa-masa ke emasan seorang anak, dimana pondasi-pondasi hidup tertanam dengan kuat yang akan menentukan masa depan mereka kelak dewasa.
Tapi kebanyaka para orang tua menyia-nyiakan kesempatan yang hanya sekali ini. Mereka lebih mempercayakan penanaman pondasi masa depan anak ini kepada para baby sitter atau bahakan kepada saudara, nenek.
Ikatan yang kuat antara orang tua dan anak sangat menetukan masa depan anaknya kelak. Anak mulai belajar bersosial, bernegosiasi, mempercayai orang lain dan beriteraksi dengan lingkungan sejak 24 bulan pertama, anda bisa bayangkan jika hal ini anda percayakan pada baby sitter yang jelas-jelas bukan ibu kandungnya dan pastinya kasih sayangnya pun tak akan setulus ibunya, maaf disini saya buka ingin melecehkan profesi seorang baby sitter tapi lebih kepada peran orang tua yang sebenarnya tak bisa tergantikan oleh seorang baby sitter.
Semua kembali kepada tujuan dan niat tulus orang tua dalam mencetak anak-anaknya kelak, tak ada yang bisa memaksakan hal ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops