Kamis, 08 Desember 2011

Keluh-kesah Operator Soal Penurunan Tarif Internet

Dalam survei yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI), terungkap bahwa sebanyak 81,25% responden menginginkan bahwa tarif untuk layanan data diturunkan.

Namun demikian, operator sebagai penyedia layanan tidak bisa begitu saja mengambil langkah tersebut.

Indar Atmanto, Chief Corporate Services Indosat menyebutkan, operator harus berhati-hati menanggapi permintaan penurunan tarif layanan data seperti yang diinginkan pengguna. Khususnya untuk menghindari lonjakan trafik yang tidak diiringi oleh pendapatan yang diraih.

“Data merupakan penyelamat industri dari kejenuhan penetrasi pasar dan kita harus berhati-hati memperlakukan jasa ini," kata Indar di Jakarta, 7 Desember 2011. "Kita juga harus memiliki pola pikir inovatif di mana konten dijadikan motor serta infrastruktur berubah jadi berbasis Internet Protocol (IP),” ucapnya.

Operator sendiri, menurut Dian Siswarini, Direktur Teknologi, Content & New Business XL Axiata, menerapkan standar yang berbeda terkait masalah kualitas layanan data. Standar itu disesuaikan dengan pola konsumsi pelanggan.

“Kesulitan operator memenuhi harapan dari pelanggan adalah, pelanggan merasa harga masih harus diturunkan. Padahal, kalau dibandingkan dengan tarif data di regional, tarif data di Indonesia ini sudah yang termurah," kata Dian. "Sebenarnya yang dibutuhkan pelanggan adalah koneksi yang stabil,” ucapnya.

Menurut Syakieb Sungkar, Direktur Penjualan Axis Telekom, bagi pihaknya, operator yang berposisi menantang incumbent, merupakan hal yang wajar jika masuk ke pasar dengan tarif yang murah. “Kami memang mengandalkan tarif murah untuk mengejar volume pelanggan. Tetapi ini hanya langkah awal. Ke depan, kualitas tetap akan diutamakan," ucapnya.

Hal yang sedikit berbeda diungkapkan oleh Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren. Menurutnya, sebenarnya masih banyak segmen dari pengguna yang mampu membayar mahal. Syaratnya, mereka diberikan kualitas layanan yang lebih baik.

Adapun menurut Ridzki Kramadibrata, Executive Vice President Marketing & Product Bakrie Telecom, sebenarnya hanya 2% dari total pengakses data yang mendownload torrent dan menghantam revenue operator. “Saya rasa hal yang harus dilakukan adalah mengedukasi pelanggan untuk mengakses data dengan bijak. Soal tarif ini bisa diatur dengan pola pemaketan,” ucapnya.
sumber:vivanews.com

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops